BERBAGI ILMU

“Pernah Bingung? Berarti Anda Manusia”


Pernah menghadapi situasi dimana anda bingung melakukan sesuatu. Bingung tidak tahu harus mengerjakan apa. Anda kebingungan akut .Suasana hati seperti terhimpit bebatuan besar. Dunia serasa amat sepi. Anda seolah tak memiliki teman satupun didunia yang luas ini.

Jika pernah merasakan hal tersebut berarti anda manusia. Berarti anda masih hidup di dunia. Itu artinya juga anda perlu berhenti sejenak dari rutinitas yang menjemukan. Cobalah melakukan sesuatu yang positif. Misalnya menulis tentang apa saja. Umpamanya anda menulis pengalaman masa kecil. Bagaimana masa kecil anda? Hidup dikeluarga seperti apa? Dimana saja menempuh pendidikan? Atau menceritakan hal yang paling membahagiakan yang pernah anda rasakan. Bisa juga menceritakan saat pertama kali anda naik pesawat. Tentunya itu pengalaman mengasyikkan. Siapapun kita terutama yang tinggal di kampung pasti amat terkagum-kagum dengan pesawat terbang. Bagaimana burung besi yang berat bisa terbang di udara.Tanpa sadar akhirnya anda bercita-cita suatu saat ingin naik pesawat. Memandangi dunia dari ketinggian.

Atau juga bisa anda ceritakan pengalaman pertama pergi ke luar kota.Pengalaman pertama ikut pengajian. Pengalaman pertama di kota rantauan. Pengalaman pertama sholat malam ditepi pantai. Pengalaman pertama ikut Mabit. Pengalaman pertama ikut acara tafakur alam. Pengalaman pertama bertemu teman terbaik. Pengalaman pertama bertemu calon mertua.Pengalaman pertama menggendong bayi. Dan masih banyak hal-hal lain yang bisa anda kemukaman dalam tulisan.
Ceritakan dengan mengalir sambil senyum-senyum kecil. Tanpa terasa jari jemari anda akan menari indah di keyboard. Seolah-olah setiap kata yang anda tuliskan melepaskan belenggu-belenggu kebingungan yang telah lama mengikat pikiran.

Cara lainnya Coba anda keluar dari kamar atau rumah. Pandangi langit luas tanpa tiang. Pandangi keagungan ciptaan Allah. Anda juga bisa menepi ditepi pantai. Menyendiri memandangi hamparan pasir dan luasnya lautan. Sendiri saja. Tanpa teman. Bayangkan seolah dunia hanya milik anda. Tarik napas dalam-dalam. Hembuskan perlahan-lahan.

Bayangkan setiap napas yang dihembuskan seolah-olahkan sedang melepaskan satu-persatu masalah yang sedang anda hadapi. Agar lebih mujarab tambahi dikit dengan tilawah Al Qur’an.Tanpa anda sadari dengan cepat masalah atau kebingungan yang sedang anda alami hilang. Tinggallah kelegaan yang luar bisa menghampiri hati anda yang sempat kebingungan. Setelah kebingungan hilang lanjutkan aktivitas hidup anda seperti biasanya. Nikmati setiap dinamikanya.Nikmati setiap petualangannya.

Bingung lagi. Mumet Lagi. Tenang itu bukan masalah.
Itu Berarti Anda masih manusia.

Cukup yakini tak ada masalah yang tak bisa anda taklukkan didunia ini. Lalu katakan dengan lantang
“Wahai masalah sebesar apapun dirimu. Aku punya Allah yang Maha Besar. Selainnya adalah kecil. Termasuk dirimu (MASALAH)”

09.20 | Posted in , | Read More »

Memesan Kematian Terindah


”Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu (kematiannya), maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mungundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS Al-A’raf: 34).
Ingin mati seperti apa? Matilah sebagai seorang muslim. Karena itulah sebaik-baiknya kematian. Ingin meninggalkan dunia dalam keadaan bagaimana? Matilah dalam keadaan telah mengucapkan dua kalimah syahadat. Itulah kondisi kematian terindah.  Banyak kisah inspiratif tentang kematian yang indah. Mati dalam keadaan berjihad dijalan Allah. Mati dalam keadaan menuntut ilmu, mati dalam keadaan khusyuk menunaikan sholat. Mati dalam keadaan tersungkur bersujud kepada Allah swt.

Terkisahkan dengan indah oleh sejarah tentang kematian Khubaib. Seorang sahabat Rasulullah yang tertawan Bani al-Harits, mereka membawa keluar Hubaib dari tanah haram untuk membunuhnya, Hubaib berkata, ‘Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan shalat dua rakaat.’ Mereka mengizinkan shalat dua rakaat. Hubaib berkata, ‘Demi Allah, sekiranya kalian tidak menuduhku berputus asa pasti aku menambah shalatku.’ Lalu Hubaib memanjatkan doa, ‘Ya Allah, susutkanlah jumlah bilangan mereka, musnahkanlah mereka, sehingga tidak ada seorang pun dari keturunannya yang hidup,’ lalu mengucapkan syair:

Mati bagiku bukan masalah, selama aku mati dalam keadaan Islam
Dengan cara apa saja Allah lah tempat kembaliku
Semua itu aku kurbankan demi Engkau Ya Allah, Jika Engkau berkenan,
berkahilah aku berada dalam tembolok burung karena lukaku (syahid)

Lalu Abu Sirwa’ah Uqbah bin Harits tampil untuk membunuh Hubaib. Hubaib adalah orang Islam pertama yang dibunuh dan sebelum dibunuh melakukan shalat.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pernah berkata:
”Tahukah kalian siapakah orang yang masuk Surga tetapi tidak pernah shalat walaupun sekali?” Kemudian dia sendiri yang menjawab: “Dia adalah Amr bin Tsabit”. Ibnu Ishaq berkata bahwa Hushain bin Muhammad pernah berkata: “Aku bertanya kepada Mahmud bin Labid,’Bagaimana kisah Amr bin Tsabit itu?’, ia menjawab,’Dulunya, Amr bin Tsabit itu menolak agama Islam. Akan tetapi, saat terjadi perang Uhud dia menjadi simpatik kepada Islam. Kemudian dia mengambil pedangnya dan bergabung dengan kaum muslimin.
Saat perang sedang berkecamuk dia masuk ke kancah peperangan sampai akhirnya dia terluka. Ketika ditemukan oleh orang-orang yang sekabilah dengannya, mereka bertanya,’Apa yang membuatmu datang ke mari? Apakah karena kasihan pada kaum kabilahmu, ataukah karena kau ingin masuk Islam?’ Dia jawab,’Ya, karena aku ingin masuk agama Islam, aku telah berjihad bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga aku terluka begini’. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi ura sallam bersabda,’Sungguh dia adalah ahli Surga.”
Dalam riwayat lain disebutkan: Kemudian dia meninggal -karena lukanya- maka dia masuk surga dan tidak pernah melaksanakan shalat sekalipun ( Fathul Bari Syarh Shahihul Bukhari (6/25) Kitab Al-jihad. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Sanad hadits ini shahih)
Banyak orang merasa ngeri menghadapi kematian. Padahal, kematian adalah perkara gaib yang sering kita saksikan dan pasti menjumpai kita. Persoalannya bukan kapan kematian itu datang. Akan tetapi, apa yang telah kita siapkan untuk bekal kematian itu, sehingga kematian yang menjemput tanpa memberi kabar menjadi saat terindah karena pada saat itu kita akan berjumpa dengan Allah SWT.
Berikut Nasehat Kematian dari Abu bakar r.a terhadap Umar Ibn Khaththab di detik-detik akhir kehidupannya:
Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla punya hak di siang hari dan hak itu tidak Dia terima di malam hari. Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla juga punya hak di malam hari dan Dia tidak menerimanya di siang hari. Ketahuilah, shalat sunnah tidak diterima hingga Anda mengerjakan shalat wajib. Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menyebutkan penghuni surga dengan perbuatan terbaik mereka, lalu tiba-tiba ada orang berkata, ‘Bagaimana amalku bisa sejajar dengan amal mereka?’ Itu terjadi, sebab Allah mengampuni kesalahan perbuatan mereka dan tidak mencelanya. Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menyebutkan penghuni neraka dengan perbuatan paling buruk mereka, lalu tiba-tiba ada orang berkata, ‘Perbuatanku lebih baik dari perbuatan mereka’. Itu terjadi, karena Allah Azza wa Jalla menolak perbuatan mereka yang paling baik dan tidak menerimanya. Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang kemakmuran bersamaan dengan ayat tentang kesusahan, dan ayat tentang kesusahan bersamaan dengan ayat tentang kemakmuran, agar orang mukmin menjadi orang yang berharap (kepada rahmat Allah) dan takut (siksa-Nya), lalu ia tidak membawa dirinya pada kebinasaan dan hanya mengharapkan kebaikan kepada-Nya. Ketahuilah, timbangan orang yang berat timbangannya itu berat karena mereka di dunia mengikuti kebenaran. Itulah rahasia kenapa timbangan mereka menjadi berat. Ketahuilah, timbangan orang yang ringan timbangannya itu ringan karena mereka dulu di dunia mengikuti kebatilan. Itulah penyebab timbangan mereka menjadi ringan. Jika Anda menerima wasiatku ini, maka tidak ada sesuatu yang paling Anda cintai selain kematian dan Anda pasti suatu hari nanti berhadapan dengannya. Jika Anda menyia-nyiakan wasiatku ini, maka jangan ada urusan ghaib yang lebih Anda benci daripada kematian”
(Washaya Al Ulama’i, Ar Rib’i, hal 35)
        Akhir hidup seorang hamba biasanya berkesesuain dengan aktivitas dominan yang dilakukannya sehari-hari. Ketika kita telah memahami ini, ada baiknya kita maksimalkan hari-hari kita dengan aktivitas kebaikan.
Sesungguhnya Allah SWT tidak ridha pada kematian seseorang, kecuali matinya dalam keadaan berserah diri (muslim). ”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kamu mati, kecuali dalam keadaan berserah diri (muslim).” (QS Ali-Imron: 102)
Untuk mengakhiri tulisan ini ada baiknya kita belajar dari Umar Bin Abdul Aziz dalam menyikapi datangnya kematian.
Ketahuilah, umur dunia hanya sedikit. Kemuliaan didalamnya adalah kehinaan. Pemudanya akan menjadi renta, dan yang hidup didalamnya akan mati. Celakalah yang tertipu olehnya.
Umar Bin Aziz lalu menangis dan berkata,

 “Wahai yang menjadi penghuni kubur esok hari, bagaimana dunia bisa menipumu? Dimana kafanmu? Dimana minyak (wewangian untuk orang mati)mu dan dimana dupamu? Bagaimana nanti ketika kamu telah berada dalam pelukan bumi. Celakalah aku, dari bagian tubuh yang mana pertama kali cacing tanah itu melumatku? Celakalah aku, dalam keadaan bagaimana aku kelak bertemu dengan malaikat maut, saat ruhku meninggalkan dunia? Keputusan apakah yang akan diturunkan oleh Rabbku?“.


Akhir hidup yang indah adalah kematian dalam keadaan berserah diri kepada Allah SWT.  Setiap kita berhak memesannya melalui amal yang kita lakukan selama ini. Selamat memesan kematian yang terindah.
Sardini Ramadhan

09.02 | Posted in , | Read More »

Syarat Memesan Tiket Ke Syurga


Jika ingin menonton suatu pertandingan di stadion kita mesti memiliki tiket bukan? Jika ingin memiliki sesuatu kita juga mesti memiliki uang bukan? Jika ingin menikahi seorang gadis bukankah kita mesti memiliki mahar? Kita mesti miliki sebelum kita bisa memiliki apa yang kita inginkan.

Lalu bagaimana caranya ke surga? Tentulah untuk bisa kesana kita mesti mempersiapkan tiket masuknya. Kepada siapa kita bisa memesan tiket menuju surga?

Andai tiket ke surga bisa dibayar dengan uang, betapa nikmatnya menjadi orang kaya? Andai tiket ke surga bisa dimiliki karena jabatan, betapa nikmatnya menjadi orang berkedudukan? Andai tiket ke surga bisa dimiliki karena tingginya prestise pendidikan, betapa nikmatnya menjadi seorang profesor dan doktor-doktor dari Universitas kenamaan.

Ternyata tiket ke surga bisa dipesan oleh siapa saja. Kaya, miskin, tua, muda, pejabat, rakyat jelata. Semuanya berpotensi untuk mendapatkannya. Hanya satu syaratnya, Islam dan pastinya kesungguhan mengamalkan ajarannya. Hanya satu rukunnya, Islam dan Tentunya kekuatan untuk meninggalkan segala larangan-laranganNya.

“…… pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu…..” (QS. Al Maidah: 3)

Maka berbangga hatilah dengan kesilamanmu. Tiket termahal yang semoga hingga tutup usia selalu kita miliki. Harta termahal yang memudahkan kita mendafatkan fasilitas super mewah di Surga-Nya. (dakwatuna.com/hdn)

Sardini Ramadhan
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2016/03/14/79598/syarat-memesan-tiket-surga/#ixzz4LXTS0tz2 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

16.06 | Posted in , , | Read More »

Dakwah Jangan Ditinggalkan Ya



Kalau kita aktif di suatu komunitas dakwah. Nikmati aja. Karena tak semua orang terpilih menjadi bagian dari pewaris penyeru kebenaran. Dari yang tak banyak itu biasanya lagi akan terkikis keistiqomahnnya ditengah perjalanan. Entah karena pekerjaan atau kesibukan lain. Tapi yaitu, walaupun tidak ada kita, dakwah akan terus berjalan hingga Allah memenangkannya.

Kalau dakwah itu totalitas aja sebenarnya. Jangan kepikiran berhenti karena godaan dunia. Percaya dech kalau kita keluar dari dakwah karena alasan dunia, itu dunia justru semakin jauh untuk dikejar. Berdakwah aja biar Allah yang ngurusin hidup kita. Percaya aja kalau kita nolongin agamanya maka Allah akan memberikan jalan hidup bahagia yang tak terduga-duga pada kita.

Tapi kembali lagi ke sunnatullahnya dakwah. Jalannya panjang, terjal dan jumlah pengikutnya sedikit. Dari yang sedikit itu pastiin kita termasuk didalamnya.

Berdakwah aja semampu kita. Sesuai dengan bakat dan keahlian kita. Kalau anda bisa nulis, ya menulislah untuk menyeru pada kebenaran. Jika anda bisa musik hadirkan musik yang membuat orang termotivasi untuk berubah. Jika anda jago memotivasi jadilah motivator yang selalu terdepan menyuarakan nilai-nilai kebenaran.

Terakhir, dakwah itu sederhana teman. Setiap orang bisa melakukannya. Setiap orang bisa menjadi bagiannya. Hanya kita mau apa tidak menjalaninya. Mau istiqomah atau tidak berada dibarisannya. Jadi apapun masalahnya dakwah jangan ditinggalkan ya, teman.

Sardini Ramadhan
Ketapang, 18 Juni 2016

15.36 | Posted in , | Read More »

Selagi Harapan Masih Mungkin Diwujudkan


Sardini Ramadhan

Hidup adalah tentang memilih. Menjadi mulia atau hina. Menjadi pemenang atau pecundang. Semuanya harus dipilih salah satunya. Namun hidup tidaklah sama dengan bermain taruhan yang pemenangnya bukan hanya ditentukan oleh suatu keunggulan tapi lebih karena keberuntungan. Pilihan untuk menjadi pemenang selalu berseiringan dengan ikhtiar yang maksimal dengan amat banyak mengorbankan kesenangan-kesenangan hidup yang melenakan. Sebaliknya menjadi pecundang selalu bersaudara kembar dengan kemalasan. Asyik menikmati kesenangan-kesenangan semu yang memerdayakan. Bermental lemah untuk berjuang mengatasi setiap badai-badai kehidupan yang menerjang.

19.56 | Posted in , | Read More »

Mungkin hanya terjadi di Mesir

Sardini Ramadhan 
Wahai Jendral As Sisi, ketahuilah senjata-senjata yang telah kau muntahkan untuk menembus kepala para pejuang kebenaran kelak akan berbelok kearah seharusnya. Dalam Islam darah non muslim saja dijaga untuk tidak pernah tertumpahkan tanpa hak, apalagi darah sesama kaum muslimin. Tunggulah saatnya engkau akan terusir dan mati sebagai manusia yang paling menjijikkan dalam sejarah. Cepat atau lambat kematian pasti akan menghampirimu. Cepat atau lambat kebenaran selalu bisa mengalahkan kebatilan.

Di dunia ini mungkin hanya terjadi di Mesir. Orang-orang yang kalah dalam pemilu malah bisa berkuasa dan memerintah. Sementara sang pemenang harus di penjara tanpa alasan yang jelas. Di dunia kita hari ini hanya terjadi di Mesir. Militer yang hidupnya dari pajak yang dibayar rakyat justru membunuhi rakyatnya. Didunia ini mungkin hanya terjadi di Mesir para pengunjuk rasa damai yang berjuta-juta banyaknya dikatakan teroris. Sementara preman bayaran bersenjata api dan tentara cecunguk seolah menjadi pahlawan negara dengan memuntahkan pelurunya menembus kepala-kepala tanpa dosa. Didunia ini mungkin hanya terjadi di Mesir konstitusi negara yang telah disahkan melalui referendum dihapuskan sepihak oleh para perampok kekuasaan. Didunia kita hari  ini mungkin hanya terjadi di Mesir, militer yang sangat terobsesi untuk berkuasa dan menembaki rakyatnya sendiri.  
Kemanakah nurani mereka? Bukankah yang mereka bunuh adalah saudara sebangsanya sendiri? Apakah urat rasa malu telah putus dari wajah-wajah mereka? Didunia ini kita semakin tahu ternyata ada negara bermuka ganda. Dialah Amerika yang katanya sangat menjunjung demokrasi dan anti kudeta militer. Tapi malah mendukung dan membiayai penggulingan presiden yang dipilih langsung oleh rakyatnya.
Didunia Islam hari ini kita disuguhi oleh peragaan banci kebanyakan pemimpin negara Arab. Memberikan selamat dan menggelontorkan milyaran dolar uang negaranya kepada para perampok kekuasaan di Mesir. Apa yang sesungguhnya mereka inginkan dari ini semua? Tidakkah mereka malu mengaku diri sebagai muslim ketika mereka membasahi bumi kinanah dengan darah-darah pendukung pemerintahan yang sah? Nyenyakkah tidur mereka ketika menyaksikan berita pembunuhan saat sholat shubuh, sholat terawih, dan makan sahur? Yakinlah tiada kebahagiaan bagi orang-orang yang telah berperan memuntahkan peluru menembus kepala orang-orang yang menginginkan haknya. Jika di dunia mereka mungkin tak teradili dan terhukumi, kelak di negeri akhirat takkan ada kemampuan pada mereka menghindari kerasnya adzab atas apa yang telah mereka lakukan.
Kitapun hari ini tahu sampai sejauh mana kualitas pemimpin bumi Muslim terbesar didunia ini? Dalam pidatonya, bukan kecaman yang telah lama kita harapkan keluar dari mulutnya atas pengkhianatan militer Mesir. Justru arahan yang menampakkan keegoisan untuk tidak melibatkan diri dalam pusaran konflik disana. Terbukalah pikiran kita bahwa tak ada harapan sama sekali dari pernyataannya dalam mendukung suara jutaan rakyat Mesir. Tahulah kita bahwa Indonesia melalui pemimpinnya telah menjadi bangsa tak tahu balas budi. Dulu Mesirlah negara pertama yang mengakui pernyataan sebuah bangsa baru bernama Indonesia. Haruskah Soekarno hidup lagi untuk menjelaskan tentang peristiwa bersejarah itu?
Sebagai rakyat yang tahu berterima kasih. Marilah kita dukung perjuangan jutaan rakyat Mesir mengembalikan pemerintahan yang sah. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Menyebarkan fakta sesungguhnya yang terjadi disana melalui sosial media. Membuat tulisan-tulisan yang mendukung perjuangan mereka. Terpenting mari selalu sempatkan untuk mendoakan mereka. Memohon kepada Allah agar memberikan kemenangan terindah kepada mereka.
 Duhai Allah hanya Engkaulah sandaran terbaik yang Maha Tahu keputusan terbaik untuk hamba-hambaMu. Kepadaamu kami meminta dan kepadaMu Kami meohon pertolongan. Anugerakan kesempurnaan kebahagiaan berhari raya (idul fitri) kepada rakyat Mesir dengan tercapainya apa yang mereka perjuangkan.


09.19 | Posted in , | Read More »

Mencari Spirit Hafidz yang Hilang





"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)

         Kemana semangat menghafal yang dulu sempat membara? Kemana cita-cita menerangi hati dengan ayat-ayat Al Qur’an? Kemana cita-cita mulia (menjadi hafidz)  sebelum mengakhiri masa hidup di dunia? Semoga semuanya tidak kemana-mana atau hilang seperti tetesan embun dipagi hari?

            Imam Syafi’i hafal Qur’an dalam usia 9 tahun.  Hasan Al Bana hafal Al Qur’an dalam usia 12 tahun.  Yusuf Al Qardawi hafal Qur’an dalam usia 10 tahun.  Raja Faisal dari Arab Saudi, satu-satunya pemimpin Saudi  yang berani mengembargo minyak Amerika Serikat dan Nato hafal Al Qur’an di usia 16  tahun.  Ismail Haniyeh, Perdana Mentri Palestina juga seorang Hafidz Al Qur’an. Bahkan Anaknya yang bernama Aid berhasil menggenapkan hafalan Al Qur’annya dalam waktu 35 hari. Presiden Mesir Muhammad Mursi, istri dan kelima anaknya juga hafidz dan Hafidzah Al Qur’an. Mereka sebagian dari contoh orang-orang besar yang telah menyempurnakan hidupnya dengan menghafal Al Qur’an. Mereka orang besar yang tahu betul bagaimana menjaga mukjizat terbesar Rasulullah SAW.

Menjadi hafidz adalah cita-cita yang tak mesti dipadamkan. Disuatu pelatihan menghapal Al Quran  tahun lalu, pemateri mengatakan, “jika kita tak mampu untuk menghafal Al Qur’an berazzamlah untuk memiliki pasangan hidup Hafidz/Hafidzah Al Qur’an.” Karena seorang yang hafal Al Qur’an bisa memberikan syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya. Sebagaimana diriwayatkan Tirmidzi, Ibnu Majah dari Ali bahwa Nabi saw bersabda,

”Barangsiapa yang membaca Al Qur’an, menghafalkannya, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram maka Allah akan memasukkannya ke surga dan dia bisa memberikan syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya yang kesemuanya seharusnya masuk neraka.”

Sebuah saran yang menarik. Namun alangkah lebih baik jika kita menginginkan surga tidak hanya tergantung pada syafaat dari pasangan atau anak-anak kita (Untu yang telah menikah). Alangkah lebih baik sedari dini, sebelum masa bertualang di dunia ini berakhir kitapun memiliki kemauan yang kuat untuk mengkhatamkan Al Qur’an. Bukankah kita menginginkan kedudukan yang tinggi di surgaNya sesuai dengan ikhtiar maksimal kita dalam menghafal setiap ayat-ayat Al Qur’an selama hidup di dunia ini.

Dari Abdillah bin Amr bin ’Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, saudara kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur’an. Jadikan sisa usia kami menjadi sarana untuk kami  mengambil manfaat dari Al Qur’an saat membacanya, mengurai maknanya, menyimak nadanya dan menghapal setiap ayat-ayatnya.

Sardini Ramadhan

08.44 | Posted in , | Read More »

3 PEMIMPIN DUNIA YANG HAFAL AL QURAN


1.   RAJA SAUDI ARABIA “FAISAL BIN ABDUL AZIZ” 
      Adalah Raja Arab Saudi yang ke 3 yang menjabat mulai tahun 1964 hingga tahun 1975. Raja Faisal lahir di Riyadh pada tahun 1906 dan merupakan anak keempat Raja ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud, pendiri Arab Saudi.

Beliau hafal 30 juz pada usia 16 tahun, menjadi panglima perang pada usia 19 tahun, memimpin timur tengah untuk melawan Israel (tidak dilakukan oleh raja Saudi lainnya), satu-satunya pemimpin Arab yang berani mengembargo minyak bumi ke Amerika Serikat dan Nato.

Raja Faisal dikenal sebagai pemimpin yang shalih, beliau membebaskan seluruh budak di Arab Saudi dengan kas pribadinya, Raja Faisal juga melakukan penyederhanaan gaya hidup keluarga kerajaan serta melakukan penghematan kas kerajaan dengan menarik 500 mobil mewah Cadillac milik istana, dana dari hasil program diatas salah satunya terealisasi pada pembangunan sumur raksasa hingga sedalam 1.200 meter untuk sumber air bagi rakyatnya dan pengairan lahan-lahan tandus.

Dalam seruan khutbah Jihadnya melawan Israel, Raja Faisal berdo’a dihadapan khalayak agar Allah menetapkan kematiannya diterima Allah sebagai orang yang terbunuh dijalanNya (Syuhada). Insyaallah terkabul ketika dibunuh Konspirasi melalui tangan keponakannya sendiri yg baru pulang dari Amerika, karena Raja Faisal menolak keinginan Presiden AS Ricard Nixon agar menghentikan Embargo Minyak Saudi pada AS & Nato.
2.   PERDANA MENTERI PALESTINA “ISMAIL HANIYA”
      Beliau adalah seorang Perdana Menteri yang hafal 30 juz Al-Quran, bahkan anaknya yang bernama Aid berhasil menyempurnakan hafalan Alquran dalam 35 hari dan memperoleh gelar mumtaz (sempurna). Ismail Haniya memiliki sanad hafalan yang tersambung ke Rasulullah Sallallaahu ‘alayhi wa sallam, dan hampir setiap Jum’at menda’wahkannya kepada rakyatnya di berbagai masjid di Palestina. Subhanalloh..

Dan dalam sebuah artikel berita yang pernah saya baca bahwa beliau adalah seorang Imam sholat tarawih di bulan Ramadhan yang selalu dinanti kehadirannya oleh banyak jamaah ketika beliau menjadi Imam Sholat Tarawih.
3.   PRESIDEN MESIR “Dr. MOHAMMED MURSI”
      Merupakan Presiden Mesir pertama yang hafal Alquran. Pria bernama lengkap Mohammed Mursi Issa Ayyat adalah seorang kapala keluarga yang patut dicontoh, prestasinya di bidang akademik, ilmu keagamaan dan organisasi tidak diragukan lagi.

Keberanian menegakkan kebenaran dibuktikan dengan mencicipi pahitnya penjara di masa Rezim Mubarak berkuasa, bahkan keluarganya turut menjadi sasaran penangkapan, anaknya Dr. Ahmad juga pernah dipenjara. Seperti halnya Presiden pertama kita Ir. Soekarno yang juga sering keluar masuk tahanan belanda (Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro) karena usahanya dalam membebaskan Rakyat dari penindasan penguasa.

Dr. Muhammed Mursi adalah seorang Hafidz yaitu hafal Al Quran 30 Juz (Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu), tidak hanya dirinya yang hafidz, bahkan seluruh keluarganya yaitu Istri dan lima orang anaknya semuanya telah hafal Alquran.30 Juz, Subhanalloh..Kita Bangsa Indonesia merindukan sekali kehadiran seorang pemimpin yang senantiasa ber-Al-Qur'an dalam setiap sisi kehidupannya, begitu juga manakala dia diamanati sebagai seorang pemimpin sebuah negara.
 
(http://masjidskalekan.blogspot.com/2013/04/3-pemimpin-dunia-yang-hafal-al-quran.html)

07.48 | Posted in , , | Read More »

Dijalan Dakwah jangan Mau Enaknya Saja



Suatu malam saat melingkar mengurai ilmu aku terdiam tertunduk. Ada rasa penyesalan yang tertahan. Ada keharuan yang sebisa mungkin untuk tidak diledakkan. Sebabnya nasihat tulus dari saudara seperguruan  yang teramat menyentuh sudut-sudut hatiku.  Akhi, dalam dakwah ini kita jangan hanya menginginkan senangnya saja. Dijalan ini kita mesti punya kemauan yang kuat untuk terlibat dalam kondisi apapun. Jangan egois dengan keinginan kita. Jangan mudah untuk menciptakan udzur yang tidak syar’i dalam suatu aktivitas dakwah.  Disini sampai kapanpun kita selalu temukan pilihan. Untuk terlibat dan berdedikasi atau sebaliknya menyepi tanpa alasan yang jelas.

Biar bagaimanapun kehadiran kita memenuhi panggilan dakwah akan memeriahkan perayaan dakwah. Jangan biarkan saudaramu letih kesepian saat  melihat sedikitnya yang datang memenuhi seruan. Dakwah ini sunnatullahnya diikuti hanya segelintiran manusia terpilih. Dakwah ini penuh dengan berbagai ujian. Dakwah ini juga teramat panjang perjalanannya. Ketika kuantitas pelakunya sedikit,  alangkah lebih indah  jika diimbangi dengan tingginya kualitas para penggeraknya.

            Ketika kita telah berazam dijalan ini, milikilah rasa sensitif yang besar pada saudara seiman yang dihadiahkan untuk kita. Ketahuilah saudaraku, selain keluarga terdekat kita, ikhwah-ikhwah yang  bersama kita selama inilah orang yang bisa kita andalkan untuk membantu kita. Menghadirkan solusi buat masalah-masalah kita. Menenangkan hati saat masalah menyapa dan solusi-solusi kehidupan lainnya. Walau mungkin tak semua masalah itu hilang. Tapi setidaknya cukup efektif mengurai "benang-benang" masalah daripada dipendam sendiri. 

    Sering kita hanya ingin enaknya saja dijalan ini. Disaat yang lain bersimbah peluh mengumandangkan adzan dakwah, kita masih terpekur dengan kesibukan mimpi-mimpi dunia. 
Seragam dakwah kita memang sama. Tampilan luar juga sama. Banyak orang yang mengenal kita sebagai aktivis dakwah hanya dengan melihat tampilan luar dan warna karakter kita. 

Padahal, tampilan luar itu seringkali menipu. Padahal tinggi rendahnya jabatan yang diemban dalam jalan ini belum menjamin tingginya kualitas kontribusi seseorang.  Bukankah mereka yang 'berseragam sama' menyimpan kualitas diri yang berbeda. Di jalan dakwah kita adalah predator pahala yang selalu ada dalam susah dan senang.  

Cukup cukup sudah
Kita merasa bangga dengan kontribusi yang tak seberapa.
Seragam dakwah ini tak akan memulyakan kita jika tidak dihiasi dengan amal-amal nyata

Cukup cukup sudah
Kita bermalas ria
Terpesona dengan kesibukan dunia
Padahal telah banyak yang menggenggam tiket surga
Dari lelah-lelah perjuangan yang dilakukannya

Sardini Ramadhan

17.23 | Posted in , | Read More »

Sejenak memikirkan posisi di Akhirat



 
Ya Robb, aku sedang memikirkn posisiku kelak di akhirat nanti.
Mungkinkah aku berdampingan dengan ‘penghulu para wanita:  seperti Khodijah Alkubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya?
Atau dengan Hafsah binti Umar yang dibela oleh Allah saat akan diceraikan karena showamah dan qowamahnya?
Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500an hadist, sedangkan aku…ehmmm 500 juga belum…
atau dengan ummu Sulaim yang shobiroh,
atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad?…
Atau dengan siapa ya?…
Ya Allah tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehinga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka ditaman firdaus-Mu

Bait-bait puisi diatas adalah kata-kata  yang pernah diucapkan oleh Ustadzah Yoyoh Yusroh seorang politikus wanita PKS yang meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil 21 mei 2011 silam. Seolah kata-kata tersebut menandakan sang ustadzah hendak meninggalkan dunia ini dan memikirkan dimana posisinya nanti diakhirat.

        Seringkali kita alpa dari mengingat negeri akhirat dan dimanakah posisi kita disana? Terkadang kesibukan dunia membuat kita melupakan hakikat kehidupan sesungguhnya. Belajar dari ustadzah Yoyoh Yusroh ada baiknya kita coba memikirkan sejenak posisi  mana yang akan kita tempati di akhirat? Secara umum hanya ada dua tempat kembali yang saling bertolak belakang, surga dan neraka. Hanya dua tempat itulah yang menjadi tempat kembali kita. Surga menjanjikan kenikmatan dan neraka menjanjikan kesengsaraan.

Lalu dimana tempat kita nantinya? Sebelum berbicara kemana tempat kita nantinya, ada baiknya kita memulainya dengan mengingat episode-episode kehidupan yang telah kita mainkan selama ini. Sampai usia saat ini, kira-kira lebih banyak amal kebaikannya atau sebaliknya? Setelah menghitung maka setidaknya ada gambaran kearah mana kaki kita melangkah di akhirat. Lalu ditingkatan manakah posisi kita nanti diakhirat? 

Menurut Ibnu Qoyyim al jauziah ada 15 tingkatan manusia di akhirat, dari situ kita bisa mengaca dimanakah posisi kita nanti di akhirat dengan amal yang ada sekarang:
  1. Ulil Azmi. Peringkat teratas di akhirat adalah pembawa risalah yaitu para nabi dan rosul. Karena mereka alloh ditaati dan disembah. Ada lima nabi yang utama diantara mereka yang disebut dengan ulul azmi. Mereka adalah Nuh, Musa, Ibrahim, Isa dan nabi Muhammad saw.
  2. Nabi dan rosul. Mereka adalah nabi dan rosul yang berjumlah 25 yang nama mereka disebutkan dalam al quran selain ulul azmi yaitu. Adam, Idris, Hud, Luth, Shalih, Ismail, ishaq, Yaqub, Yusuf, Syuaib, Harun, Yunus, Dzulkifli, ilyas, Ilyasa,dawud, Sulaiman, Zakariya, Yahya. Tingkatan mereka sesuai dengan keutamaan mereka masing-masing.
  3. Para nabi yang namanya tidak tercantum dalam al quran.Mereka tidak diutus kepada umatnya masing-masing namun mereka membawa nubuwah walaupun tidak membawa risalah.Alloh mengistemewakan mereka dengan wahyu dan mengutus para malaikat kepada mereka. Jumlah mereka 100 ribuan sesuai hadis dari Abu dzar.
  4. Pewaris para rasul. Merekalah yang meneruskan ajaran para rosul dalam ilmu dan amal dan mengajak manusia kepada Alloh sesuai petunjuk dan manhaj syariatnya.
Alloh berfirman dalam An nisa ayat 69:
“Dan siapa yang taat kepada Alloh dan rosulnya maka mereka akn bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Alloh yaitu para nabi, para shidiqin, para syuhada dan orang-orang shalihin. Dan mereka itulah sebaik-baiknya teman”
Pada ayat di atas shidiqin disandingkan dengan peringkat nubuwah. Shidiqin adalah ulama rabbani yangmenjadi mediator antara rosul dan umatnya, pengganti rosul, penjaga rosul, wali rosul dan orang-orang yang dijamin selalu dalam kebenaran.
  1. Pemimpin yang adil. Karena mereka dunia menjadi tenteram,orang lemah mendapat pertolongan, orang dzalim merasa terhina, hukum Alloh ditegakkan, mereka menyuruh amar maruf nahi munkar, membela yang benar dan menghancurkan bidah.
  2. Para mujahid. Mereka adalah tentara Alloh yang menjaga agama dan kehormatan islam. Dalam surat assyura disebutkan keutamaan mereka: Mereka mendapatkan 100 derajat di surga yang jarak antara satu derajat dengan yang lainnya seperti langit dan bumi.mereka dinikahkan dengan 72 bidadari, disematkan mahkota dari mutiara yaquth. diselamatkan dari fitnah kubur, pahala terus mengalir samai hari kiamat, diampuni dosa-doasanya mulai tetesan darah pertama, dapat memberi syafaat kepada 70 kerabatnya dan masuk surga tanpa hisab.
  3. Ahlu Itsar. Mereka adalah orang yang selalu mendahulukan kepentingan orang lain, bershodaqoh dan berbuat baik kepada manusia sesuai dengan kebutuhannya. Dalam Al quran disebutkan tentang mereka misalnya dalam surah Albaqorah ayat 274: Mereka yang menyedekahkan hartanya di waktu siang dan malam dengan rahasia atau terang, tetap mendapat pahala di sisi Alloh dan tidak merasa khawatir dan juga tidak merasa sedih hati mereka. QS Al Hadid ayat 11 :
“ Siapakah orang yang mau meminjami Alloh pinjaman yang baik, maka Alloh akan membayar kepadanya berlipat ganda dan baginya diberi pahala yang mulia”.
QS Albaqoroh ayat 261:
“perumpamaan orang yang menyedekahkan hartanya untuk menegakkan agama Alloh seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, tiap tangkai mengandung seratus biji. Alloh melipatgandakan(kebaikan) bagi siapa saja yang dikehendaki. Dan Alloh maha luas karunianya lagi maha mengetahui”.
  1. Orang yang dibukakan pintu kebaikan yang banyak. Ia selalu meningkatkan amal kebaikannya dan memenuhi buku catatan amalnya Jika berbuat dosa ia segera bertobat. Orang tersebut tersebut berada dalam kebaikan yang sangat banyak tetapi ketika meninggal buku catatan amal kebaikannya juga tertutup bersamaan dengan kematiannya.
  2. Ahlu Najat.Adalah orang-orang yang selamat yaitu orang yang hanya melakukan amal yang wajib tidak lebih.Mereka adalah orang yang selamat dengan jaminan rosullullah sbagaimana sebuah hadis tentang seorang badui yang menemui rosullulloh dan berkata "Demi Alloh saya tidak akan menambah dan juga mengurangi." Maka rosululloh berkata ia akan selamat jika ia jujur dengan ucapannya(HR Bukhari Muslim)
  3. Orang dikarunia tobat sebelum matinya.Orang yang berbuat dosa besar semasa hidupnya tetapi Alloh mengaruniakan tobat sebelum matinya sehingga ia mati dalam keadaan tobat nasuha.
  4. Orang yang kebaikannya lebih banyak dari dosanya. Orang tersebut berbuat dosa besar bahkan belum bertobat ketika meninggal dunia. Tetapi apabila ditimbang amal kebaikannya lebih banyak daripada dosanya. Sebagaimana disebutkan dalam QS Al Araaf ayat 8: Dan timbangan amal pada hari kiamat hak dan adil.maka siapa yang berat timbangan amal kebaikannya merekalah orang yang untung dan bahagia.
12.   Orang yang kebaikannya sama dengan kejahatannya. Pengaruh keduanya berimbang. Kejahatannya menyebabkan ia jauh dari rahmat Allah tetapi kebaikannya menyebabkan ia terhindar dari azab. Sebagaimana disebutkan Al araaf ayat 46-47:


“Dan diantara surga dan neraka ada batas dinding, Dan di atas Araf ada beberapa orang yang mengenal masing-masing golongan denan tanda-tanda mereka lalu mereka memanggil peghuni surga dengan ucapan: sejahteralah kalian . Mereka belum dapat masuk surga sedangkan mereka ingin seaera masuk surga. Dan apabila penglihatan merekan dialihkan kepada penghuni neraka, mereka berdoa:Ya tuhan kami janganlah Engkau jadikan kami bersama dengan kaum yang zalim”.

Hudzaifah dan Ibnu hibban berkata penghuni Al araf adalah orang yang kebaikannya sama dengan kejahatannya dan mereka menunggu keputusan Alloh sampai akhirnya Alloh memasukkan mereka dengan rahmatNYA. Ibnu qoyyim berkata penghuni Al araf adalah mereka yang terakhir dimasukkan ke surga dari mereka yang tidak terkena api neraka.
  1. Kelompok orang yang penuh maksiat dan ringan amal kebaikannya. Ada 2 pendapat dalam menyikapi kelompok ini. Pertama mereka digolongkan kafir. Kedua mereka tetap dianggap orang islam.Pendapat yang banyak diterima adalah pendapat dari ahlu sunah bahwa mereka akan dihukum di neraka karena kejahatannya dan suatu saat akan dimasukkan ke surga karena rahmat Alloh.Kelompok ini adalah yang masuk surga karena syafaat dari nabi karena mereka mempunyai iman walaupun sebesar biji dzarah.
  2. Kelompok yang tidak memiliki iman, tidak memiliki ketaatan, tidak pula kemaksiatan dan juga amal sholeh. Mereka adalah orang gila, orang yang tidak sampai dakwah kepada mereka, anak-anak orang musyrik. Ibnu qoyyim berpendapat berdasarkan hadis nabi ada 4 orang yang mengajukan protes kepada Alloh. yaitu orang tuli yang tidak dapat mendengar apapun, orang lanjut usia, orang bodoh dan orang yang meninggal di masa fatrah(vakum 2 nabi). Alloh mengutus malaikat untuk memasukkan mereka ke dalam neraka. Tetapi setelah masuk neraka dengan kuasa tuhan neraka menjadi sejuk dan menyelamatkan (hadis riwayat Ahmad dan Ibnu hibban)
15.                Kelompok orang Munafik. Mereka nampak islam secara dhohir, merahasiakan kekafirannya tetapi menusuk dari belakang dan mencari kesempatan untuk melakukan atau membela kebatilan.

Demikian beberapa posisi diakhirat menurut Ibnu Qayyim, termasuk di kelompok manakah kita? Semoga bisa menjadi renungan bersama agar semakin baik kualitas amal  kita. Pada akhirnya hanya ada dua opsi tempat tinggal di akhirat nanti. Amal kita selama di dunia yang sementara inilah yang akan menjadi tiket untuk dua pintu masuk yang tak pernah kecolongan oleh orang-orang yang tak berhak memasukinya.

Suatu hari, Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik berjumpa dengan seorang ulama besar di Madinah bernama Abu Hazim Salamah bin Dinar. Khalifah bertanya kepadanya: "Wahai Abu Hazim, apa sebab yang membuat kami takut mati?"

Abu Hazim menjawab, "Sebabnya adalah engkau telah memewahkan rumahmu di dunia, dan meruntuhkan rumahmu di akhirat. Maka kamu takut berpindah dari rumah yang mewah ke rumah yang runtuh."

Mati adalah urusan yang pasti. Hanya posisi diakhirat yang belum bisa kita pastikan. Tapi ada yang bisa selalu kita pastikan yaitu cita-cita mulia untuk memiliki tempat yang mulia diakhirat dengan amal-amal terbaik yang bisa dinveastasikan selama hidup di dunia yang fana ini. Selamat mempersiapkan bekal, hanya dengan bekal yang banyak kita bisa mendapatkan tempat terbaik yang kita inginkan.

Sardini Ramadhan

21.04 | Posted in , | Read More »

CATATAN CINTA

ISLAM MANCANEGARA

BELAJAR FIQIH

SASTRA ISLAMI

Recently Added

KELUARGA

INSPIRASI TOKOH

DUNIA QUR'AN