BERBAGI ILMU

Mengenal Lebih Dekat, Syaikh Misyari Rasyid


PelitaDakwah------Syaikh misyari rasyid alafasy lahir di Kuwait pada tahun 1976. Beliau berkebangsaan kuwait dan juga seorang qori'. Beliau adalah imam masjid Al-kabir di kota Kuwait. Ia yang memimpin dan juga menjadi imam sholat taraweh pada setiap tahunnya. Ia pernah belajar di perguruan tinggi alquran dan juga di Universitas Madinah Al-munawwaroh. Beliau merupakan spesialis dalam masalah alqur'an terutama dalam masalah bacaan. Beliau juga telah mendapatkan sertifikat oleh sejumlah ulama' di bidang alqur'an. Beliau juga sering tampil di televisi. Bacaan-bacaan beliau bisa kita dapatkan pada youtube dan mukmin tv.

Pada tanggal 24 maret, syaikh misyari rasyid melakukan travelling ke amerika serikat dan mengunjungi dua masjid. masjid Islamic Center of Irvine di California, dan masjid ICD (Islamic Center of Detroit) di Michigan.


beliau membacakan alquran pada beberapa syaikh di antaranya:

1. Syaikh al-allamah ahmad abdul aziz azzayyat rahimahullah lahir tahun 1907 M.
beliau membaca 30 juz alquran dengan riwayat hafsh al ashim dari jalan
syathibiyyah

2. Beliau juga membacakan alquran pada syaikh ibrahim 'aliy yang lahir pada tahun
1915 M. dan para masyayikh lainnya yang membacakan alqur'an kepadanya adalah
syaikh al-hushary, syaikh al-minsyawi, dan syaikh abdul bashith abdush shomad.

3. Beliau membacakan alquran pada syaikh Abdur rafi' ridhwan aliy as-syarqowy yang

lahir pada tahun 1932 M. Beliau membacakan alquran secara sempurna dengan bacaan
hafsh an ashim bin abi an-nujud dengan 2 riwayat dari jalan syathibiyyah.

4. Beliau juga membacakan alquran pada doktor syaikh ahmad isa المعصراوي ketua sebuah

lembaga islam di al-azhar yang menangani masalah alquran. beliau membaca alquran
atasnya dengan bacaan hash an ashim.

dan syaikh-syaikh lainnya yang berasal dari kuwait, mishr dan saudi.


Pada tanggal 25 oktober 2008, Syaikh misyari rasyid dianugrahi oleh Arab Creativity Union di Egypt sebagai seorang yang paling pertama yang memiliki creavity oscar. even tersebut disponsori oleh Sekretaris Jenderal liga negara arab Mr. amr mousa sebagai pengakuan atas partisipasi syaikh alafasy dalam mempromosikan kepala sekolah islam.


pada bulan agustus 2009 syaikh alafasy merilis sebuah nasyid yang diberi nama "ramadhan" dimana ia mengkombinasikan 3 bahasa. bahasa arab, inggris dan perancis dalam nasyid tersebut. nasyid tersebut telah tersimpan dan terekam. video dan nasyid tersebut bisa kita dapatkan di youtube.


diantara nasyid-nasyid karangan beliau adalah:

1. Uyoon Al Afaaee (2004)
2. Laysa Al Gharib (2005)
3. Haneeni (2006)
4. Qalbi Sagheer (2007)
5. Zekrayat (2008)
6. Ramadan (2009)
7. Musheer Ahmed Khan (2010)

http://pemudaalquran.blogspot.com/2013/02/biografi-syaikh-misyari-rasyid.html

20.01 | Posted in , , | Read More »

Masuk Islam, Mantan Asisten Pastor Kini Hafal Qur'an


Nama aslinya Yulio da Costa Freitas. Lahir 5 Januari 1977 di dusun Baruwali, Lautem, Timor-Timur. Semula, Yulio adalah seorang penganut agama Katholik yang aktif dalam aktivitas gereja. Bahkan, Yulio dipercaya membantu pastor dalam kegiatan rutin gereja, terutama misa mingguan.

Seiring waktu, keyakinan Yulio mulai goyah. Tiga tahun membantu pastor di gereja, Yulio mengaku sering mendengar bisikan di antara teman-temannya yang ragu akan kebenaran agama yang dipeluknya.

Hati Yulio pun semakin gundah mendapati sanak saudaranya banyak yang memeluk Islam. Keyakinannya terhadap Katholik mulai luntur. Yulio pun mulai melirik agama Islam. Acara siraman rohani agama Islam yang ditayangkan televisi nasional mulai menarik perhatiannya.

Suatu hari, Ustaz Zakaria Fernandes, salah satu pamannya yang menjadi dai di Lautem mulai mendekati dan mengajaknya untuk masuk Islam. Yulio pun tertarik dengan ajakan sang paman. Meskipun dihalangi oleh kedua orangtua dan sebagian keluarganya, niat Yulio tak terbendung. Kesungguhannya akhirnya direstui oleh kedua orangtuanya. Yulio masuk Islam.

Sebelum Yulio menjadi mualaf, jumlah pemeluk Islam di kampungnya masih bisa dihitung jari. Ia mengaku pernah menyaksikan, perayaan Idul Fitri di kampungnya hanya diikuti tak lebih dari 20 orang.

Yulio mengikrarkan syahadat di kota Bau Kau, di depan ustadz Zakariya pada 28 Juni 1993. Setelah itu Yulio berangkat ke kota Dili.

Sejak saat itu Yulio dipanggil sebagai Yulio Muslim Da Costa. Dan sejak itu ia mulai shalat dengan mengikuti jama'ah, meniru gerakan mereka seperti saran pamannya.

Dari Dili, Yulio Muslim berpindah ke Jawa. Yulio Muslim menimba ilmu di salah satu Pondok Pesantren Paciran Lamongan Jawa Timur untuk beberapa saat. Di pesantren inilah Ustaz Zakaria pernah menimba ilmu beberapa tahun yang lalu.

Seperti rencana semula, Yulio Muslim akhirnya tiba di Pondok Pesantren Taruna Al-Qur'an Yogyakarta. Di pesantren pimpinan KH Umar Budihargo itu Yulio Muslim menimba ilmu dengan penuh kesungguhan. Man jadda wajada, siapa yang sungguh-sungguh dia akan berhasil. Dan itulah yang dibuktikan Yulio Muslim.

Hanya dalam tiga pekan, Yulio Muslim sudah menamatkan buku Iqra. Setelah bisa membaca tulisan Arab, sedikit demi sedikit, Yulio Muslim mulai menghafal surat-surat pendek.

Selama di pesantren itu, Yulio Muslim mampu menghalaf sembilan juz Al-Qur'an. Melihat semangatnya yang begitu tinggi, KH Umar Budihargo mengirimnya ke salah satu pondok pesantren khusus tahfiz selama enam bulan.

Sering kali dalam shalat-shalat malam, Yulio Muslim menangis mensyukuri hidayah Allah. Ia juga kadang sering berdoa meminta kepada Allah agar tetap istiqamah untuk belajar agama Islam lebih mendalam lagi.

Doanya terkabul. Yulio Muslim menjadi salah satu santri yang ditunjuk untuk mengikuti tes seleksi melanjutkan studi ke Madinah al-Munawarah. Tanpa sengaja, Muslim sempat bertemu dan berbincang-bincang langsung dengan salah satu syekh penguji dari Madinah. Yulio Muslim memberanikan diri menceritakan sebagian dari kisah hidupnya.

Sang Syekh sangat tertarik dengan cerita kehidupan dan kemualafannya. Ulama Madinah itu meminta Yulio Muslim untuk membawa ijazah dan ingin mengujinya langsung. Sembari menunggu pengumuman hasil tes penerimaan dari Madihah, Yulio Muslim mendapatkan amanah dari KH Umar untuk memegang pondok di Gunung Kidul, Karangmojo, Yogjakarta pada 1997.

Setahun kemudian, pengumuman hasil tes itu keluar. Ia menjadi salah seorang peserta yang terpilih untuk menimba ilmu di kota Madinah. Pada Ramadhan tahun 1999, ia sempat pulang ke Tanah Air. Ia bermaksud untuk mengajak kedua orangtua dan adik-adiknya untuk memeluk Islam. Namun, keluarganya belum merespon dakwahnya.

Yulio Muslim tak menyerah, ia mendoakan keluarganya dari Madinah agar memeluk Islam. Doa itu kemudian dikabulkan Allah. Pada 2003, keluarganya berkunjung ke Yogyakarta dan pada pertengahan tahu itu pula, kedua orangtua dan empat adiknya bersyahadat dan memeluk Islam.

Tujuh tahun lamanya menimba ilmu di Madinah, Yulio Muslim akhirnya menjadi sarjana Syariah pada 2005. Yulio Muslim juga telah hafal 30 juz Al-Qur'an. Berbekal ilmu syariah itu, Yulio Muslim mendakwahkan Islam hingga memfasilitasi anak-anak di kampungnya untuk masuk Islam.

Kini Yulio Muslim memegang amanah sebagai pengasuh Pondok Tahfiz Putra dan Studi Bahasa Arab di Pondok Pesantren Bina Madani Bogor Jawa Barat. [AM/Rpb]


08.08 | Posted in | Read More »

Cerita Mahasiswi Sang Penghafal Alquran


Republika/Rakhmawaty La'lang
Peserta wisudawan penghafal Alquran memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (30/3).
A+ | Reset | A-
PelitaDakwah, Wisuda akbar penghafal Alqurayang diselenggarakan oleh Program Pembibitan Pengahafal Alquran Daarul Quran (PPPA Daqu) pada Sabtu (30/3), menyimpan cerita unik tersendiri.
Dari ribuan peserta wisuda akbar yang di adakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), ternyata ada salah seorang mahasiswi perguruan tinggi terkemuka di Jakarta Selatan.
Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) mengirimkan salah satu mahasiswinya untuk mengikuti pagelaran Indonesia Menghafal Quran (IMQ) ke empat ini.
Ya, dia adalah Syahruna. Wanita berumur 20 tahun ini salah seorang peserta wisuda akbar Indonesia Menghafal Quran. PihakRepublika mendapatkan nomor kontak Syahruna dari Ustaz Ali selaku pengajarnya di Forum Halaqoh Quran An Nashr Bintaro Jakarta Selatan.
Pihak Republika sendiri mengetahui informasi nomer kontak Ustadz Ali dari salah seorang murid ngajinya, yakni Sharah Nadya seorang mahasiswi Universitas Islam Negri Syarif (UIN) Hidayatullah Jakarta.
Syahruna ketika di hubungi Republika mengatakan malu untuk di wawancara seperti ini. Dia mengatakan, sebenarnya agak grogi ketika menjadi peserta wisuda akbar Indonesia Menghafal Alquran, apalagi sampai di wawancara segala.
Mahasiswi tahun ketiga STAN ini merasa sangat istimewa menjadi salah seorang peserta yang bisa mengikuti wisuda penghafal Quran. "Dari acara wisuda tadi, saya merasa kagum ternyata bukan saya saja yang mengikuti seleksi hafalan ini," kata wanita asal Sumatera Utara ini.
Dia merasa takjub dengan kondisi di GBK pagi (30/3) tadi, sedikitnya ribuan orang berkumpul dalam satu tempat untuk menggaungkan kalam Ilahi ini. "Rasa lelah selama masa menghafal hilang begitu melihat banyaknya para penghafal Alqura yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia.
"Saya awalnya tak percaya akan sebanyak ini saudara-saudara ku di berbagai daerah yang ikut menghafalkan Alquran dan bersama-sama di wisuda hari ini," katanya dengan bersemangat.
Di tambah lagi dengan beragamnya usia para penghafal Alquranini. Mulai dari ibu-ibu hingga anak kecil pun bersama-sama menghafalkan Kalam Allah ini.
Syahruna mengakui telah lama menghafalkan Alquran ini. Namun baru pada masa perkuliahan tingkat tiga inilah dia di bolehkan untuk hafalan. Tapi sejak tingkat awal sejatinya gadis ini telah memulai hafalannya.
"Jadi apabila di tanya berapa lama saya mulai menghafal Alquran? Ya kurang lebih sudah satu tahun setengah," kata gadis asal Asahan ini.
Dia mengakui banyak sekali hambatan dalam menghafalkan Alquran. Salah satunya adalah penyakit yang namanya lupa.
"Ketika sudah hafal juz 30 dan baru akan memulai menghafalkan surat Al Baqarah, tiba-tiba saja hafalan sebelumnya lupa," kata dia dengan suara serak.

07.50 | Posted in | Read More »

Lima Tips Hafal Alquran dari Imam Masjidil Haram


Facebook
Syaikh Saad Al Ghamidi

PelitaDakwah: Menghafal kitab suci Alquran merupakan hal yang paling mulia. Selain memiliki banyak keutamaan di akhirat, Allah juga berjanji akan meninggikan derajat mereka yang hafal Alquran dibanding para hamba-Nya yang lain.
Imam Masjid Nabawi, Syaikh Sa'ad Al Ghamidi memberikan lima tips yang harus diperhatikan bagi penghafal Alquran. Tips tersebut harus diperhatikan, khususnya bagi orang yang sama sekali tak bisa berbahasa Arab. Pertama, harus mempunyai tujuan yang jelas. "Teman-teman Indonesia harus memiliki tujuan yang jelas, apa tujuan antum menghafal Alquran," katanya, Ahad (31/3) malam.
Kedua, ujar Sa'ad, harus ada lembaga yang menyelenggarakan program menghafal Alquran. Lembaga ini berfungsi untuk mengkoordinasi mereka yang ingin menghafal Alquran agar nantinya tidak patah dan berhenti di tengah jalan.
Ketiga, harus ada metode yang digunakan dan tak asal begitu saja. Jika memang ingin sungguh-sungguh, maka mesti ada metode yang dipakai. "Metode yang digunakan harus efektif dan bisa digunakan bagi seluruh kalangan. Sebab, kemampuan masing-masing orang dalam menghafal berbeda-beda. Ada yang bisa menghafal satu halaman per hari, namun ada juga yang hanya bisa menghafal satu ayat saja per hari," jelasnya.
Keempat, harus ada mu’allim (guru) yang menjadi rujukan dan mempunyai kemampuan membaca Alquran dengan baik dan benar. "Jadi mu’allimharus dilihat juga, apakah bacaannya fasih? Apakah hafalan Alqurannya baik? Apakah dia bisa menjadi qudwah (tauladan) dari kepribadian dan akhlaknya? Jadi memang diperlukan seleksi yang ketat dalam menentukan mu’allim itu,” jelas Syaikh.
Kelima, harus ada follow-up setelah menyelesaikan hafalan Alquran. Jadi, mereka yang telah merampungkan hafalan Alquran mereka tidak dibiarkan begitu saja. "Bagi sebahagian madrasah Tahfidz Alquran hanya menfokuskan santrinya bagaimana mencetak para hafiz Quran. Namun yang tak kalah pentingnya, apa yang akan mereka lakukan setelah mereka menjadi hafiz Quran?” paparnya.

07.46 | Posted in | Read More »

Ustaz Yusuf Mansur Menangis, Imam Masjidil Haram Baca Alquran di GBK


dok.pppa
ustaz yusuf mansur pimpinan pppa menyetir (kanan) mendampingi imam masjidil haram syaikh saad al ghamidi di belora bung karno senayan

PelitaDakwah. ''Subhanallah...Saya menangis menyaksikan acara hari ini. Sungguh sangat berkesan,'' ungkap Ustaz Yusuf Mansur usai mendengarkan Imam Masjidil Haram Syaikh Saad Al Ghamidi membacakan surat Al Fatihah yang diikuti puluhan ribu umat Islam yang memadati Gelora Bung Karno Senayan Sabtu (30/3).

Acara Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Alquran (IMQ) ke-4 terasa sangat istimewa. Selain dihadiri Syaikh Saad al Ghamidi, juga dihadiri Syekh Faishal Al Hazimi (sejawat Syekh Al-Ghomidi), Dr Abdullah Ali Bashfar (Saudi Arabia),  Syekh Abdurrahman Yusuf Jamal (Gaza, Palestina).

Hadir pula, Dr Amin Kurdi (Lebanon), Syekh Ghiyats As-Syuraiqi,  Syekh Thoriq Muhammad Khidr (Ahli Qiroat dari Kementrian Agama dan Wakaf Qatar), Syekh Hasan Bugis dan Syekh Mahmoud Salthut dari Universitas Al-Azhar Cairo serta Duta Besar Tunisia, Libya, dan Saudi Arabia.
 
Abdullah Ali Bashfar, qari terkenal dan imam dari Arab Saudi. Saat ini ia menjadi Presiden Organisasi Tahsin Qur’an Internasional. Syekh Ghiyats As-Syuraiqi adalah Perwakilan Organisasi Tahfidz Internasional untuk Indonesia. 

Sedangkan Syekh Amin Kurdi adalah Imam Besar Masjid Al-Amin Beirut yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Darul Fatwa (Kementerian Agama). Ulama ini sehari-hari aktif mengajar di Universitas Darul Fatwa, Lebanon.

Syekh Abdurrahman Yusuf Jamal adalah Direktur Lembaga Daarul Qur’anul Karim wal Sunnah Gaza, Palestina. Kepada para peserta wisuda ia menyatakan, ‘’Kalian adalah para pejuang pembebas Palestina.’’ 

Selain guru dan santri Rumah Tahfidz, wisuda juga diikuti masyarakat umum. Mereka menyetor hafalan (muraja’ah) Surah Al Baqarah ayat 1-50 dan An Nabaa’ (1-40). Jika lancar hafalan dan tahsinnya, peserta mendapat Sertifikat Wisuda.

Bertindak sebagai tuan rumah, Ustadz Yusuf Mansur didampingi Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara (YDQN) Ustadz Anwar Sani, Bendahara YDQN Ustadz Ahmad Jameel, Direktur Eksekutif PPPA Daqu Ustadz Tarmizi Ashidiq, Syekh Ali Jabir dan Syekh Muhammad Jabir dari Kampung Qur’an.

Syekh Saad Al-Ghomidi menyampaikan kekagumannya pada semangat masyarakat Indonesia menghafal Al Qur’an.  ‘’Kalian semua orang yang beruntung. Di saat orang lain menyibukkan diri dengan urusan dunia, kalian menyibukkan diri dengan Al Qur’anul Karim,’’ kata pelantun murottal Qur’an populer di dunia ini.

Al Ghamidi merasa sangat terkesan dengan penampilan parade yang diikuti 200 Rumah Tahfidz dari seluruh Indonesia. Beberapa kali Syekh berdiri di panggung untuk melihat lebih seksama dan memberikan apresiasi kepada kafilah Rumah Tahfidz yang melintasi panggung utama Gelora Bung Karno Senayan. 

Seisi Gelora Bung Karno hening senyap tatkala Syekh Al-Ghomidi melantunkan Surah Al Fatihah, dilanjutkan dengan An Nabaa’. Ustadz Yusuf Mansur yang berdiri di sampingnya, tak kuasa menahan tangis menyimak alunan suara emas Syekh Al-Ghomidi yang biasa mengimami Masjidil Haram. Peserta wisuda pun banyak yang berurai airmata.

Dalam sambutannya, Abdullah Ali Bashfar juga terkesima oleh betapa antusiasnya masyarakat Indonesia, laki-laki-perempuan segala usia, mengikuti wisuda hafalan Qur’an. ‘’Luar biasa, ini membuktikan kebenaran firman Allah SWT bahwa Al Qur’an itu mudah dibaca dan dihafal oleh siapa saja meskipun bukan orang Arab,’’ tandasnya.

Ia mengungkapkan pengalamannya bertemu para penghafal Alquran cilik di berbagai negara. Misalnya Rabiah, bocah Pakistan berusia 7 tahun yang sudah hafal 30 juz Qur’an. Juga M Ayub dari Tajakistan yang baru berusia 5 tahun. Bahkan juga Tabarok dari Mesir, penghafal Qur’an tercilik di dunia yang umurnya masih 3 tahun.

Baik Syekh Al-Ghomidi, Dr Bashfar, maupun Syekh Yusuf Jamal, sepakat berpesan gerakan Qur’an yang dimotori Ustadz Yusuf Mansur dan PPPA Daqu ini baru permulaan. Harus diikuti dengan gerakan pengamalan kandungan Al Qur’an, sehingga agama Islam benar-benar terwujud sebagai rahmatan lil ‘alamin. 

07.33 | Posted in | Read More »

CATATAN CINTA

ISLAM MANCANEGARA

BELAJAR FIQIH

SASTRA ISLAMI

Recently Added

KELUARGA

INSPIRASI TOKOH

DUNIA QUR'AN